Tulisan pak Awang Satyana (geologist BPMIGAS) di
millist IAGI
Inilah data dari USGS :
Earthquake Details
Magnitude
7.5
Date-Time
· Wednesday, August 8, 2007 at 17:04:58 (UTC)
= Coordinated Universal Time
· Thursday, August 9, 2007 at 12:04:58 AM
= local time at epicenter Time of Earthquake in other Time Zones
Location
5.968°S, 107.655°E
Depth
289.2 km (179.7 miles)
Region
JAVA, INDONESIA
Distances
100 km (65 miles) E of JAKARTA, Java, Indonesia
110 km (70 miles) N of Bandung, Java, Indonesia
135 km (80 miles) NW of Cirebon, Java, Indonesia
140 km (85 miles) NE of Sukabumi, Java, Indonesia
Location Uncertainty
horizontal +/- 8 km (5.0 miles); depth +/- 11.2 km (7.0 miles)
Parameters
Nst=170, Nph=170, Dmin=545.1 km, Rmss=1.18 sec, Gp= 36°,
M-type=moment magnitude (Mw), Version=7
Bisa dilihat bahwa ini gempa yang kuat, untung berasal dari
kedalaman menengah-dalam (hampir 300 km). Kalau dangkal (< 60 km),
dengan kekuatan 7.0 SR, bisa dibayangkan bagaimana kerusakan yang
akan terjadi di jalur pantura Jawa Barat-Jawa Tengah termasuk kota2
besar macam Jakarta-Cirebon- Pekalongan- Semarang. Gempa, menurut
laporan2 yang masuk ke BMG,dilaporkan dirasakan dari Padang-Bali.
Data momen tensor solution dari NEIC USGS menunjukkan bahwa
pematahan akibat gempa ini berupa strike-slip faulting dengan
komponen thrust berarah strike 323 deg NE dan dip 28 dip.
Berdasarkan plate tectonic setting Jawa dan Indonesia Barat, pusat
gempa ini terjadi jauh di bawah kerak kontinen Laut Jawa di wilayah
astenosfer pada zone gempa miring Wadati-Benioff di kedalaman 290
km. Berdasarkan histori kejadian gempa, episentrum2 gempa di wilayah
ini akan berasal dari kedalaman sekitar 300 km atau lebih.
Berdasarkan peta kontur kedalaman zone Wadati-Benioff, pusat2 gempa
di wilayah pantura Jawa sampai ke Laut Jawa akan lebih dalam
daripada 250 km, untuk dapat menimbulkan kerusakan yang besar di
kota2 besar di wilayah pantura, maka gempa harus sekuat seperti yang
menggoncang Aceh dan sekitarnya Desember 2004 ( 8.9 SR). Semoga tak
akan pernah terjadi.
salam.